Rakyat Merdeka Online

Home


BOLLY BLITZ
"BAJIRAO MASTANI", TAYANG DI INDONESIA TAPI DILARANG DI INDIA
JUM'AT, 18 DESEMBER 2015 , 13:40:00 WIB

FILM 'BAJIRAO MASTANI'/IST
  

RMOL. Film epic berlatar belakang sejarah 'Bajirao Mastani', hari ini (18 Desember 2015) mulai beredar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bagi para penyuka film-film asal Tanah Ganga, India, terutama fans dari ketiga bintang utamanya yakni Ranveer Singh, Deepika Padukone dan Priyanka Chopra, kini sudah bisa menyaksikannya di jaringan bioskop CGV Blitz Grand Indonesia dan Mall Of Indonesia di Jakarta.

Film karya sutradara besar Sanjay Leela Bhansali ini, bercerita tentang kehidupan seorang Raja/Perdana Menteri di Kerajaan Maratha (yang kini dikenal sebagai Maharasthra) yang dikenal sebagai Peshwa. Bajirao yang juga seorang pejuang terkenal akan kemampuannya dalam berperang, berkuda dan bermain pedang.
Film dengan setting kerajaan abad 17 ini dibuat sebagus dan senyata mungkin. Mulai dari kemegahan kerajaan dengan dekorasinya yang menakjubkan, lalu juga kostum dan perhiasan yang dikenakan para pemainnya sebagai anggota kerajaan  terlihat sangat indah dan mewah.

Belum lagi pasukan kuda yang terlibat dalam sebuah peperangan yang berjumlah ribuan, membuat film karya Sanjay Leela Bhansali ini benar-benar terlihat senyata kerajaan aslinya.

Sanjay Leela Bhansali memang dikenal sebagai pembuat film yang idealis. Meski untuk itu dia harus merogoh kocek sangat dalam, namun hasilnya pun sangat memuaskan. Lihat-lihat saja karyanya, seperti  'Hum Dil De Chuke Sanam' (1999) dan 'Devdas' (2002) yang meraih sukses besar. Begitu pun dengan 'Bajirao Mastani' ini, dengan menghabiskan dana sekitar 120 Crore Rupee (sekitar Rp 240 milyar), diharapkan film yang memerlukan waktu kurang lebih 8 tahun ini akan meraih sukses besar dalam peredarannya, meski harus bersaing ketat dengan film Pasangan Romantis Shah Rukh Khan-Kajol 'Dilwale'.

Jika peredarannya di Indonesia tak mengalami banyak masalah, sebaliknya di negara asal kerajaan ini berdiri yakni di Pune, film 'Bajirao Mastani' ini ditunda penayangannya dalam tiga kali show di bioskop  Pune’s City Pride theatre, karena mendapat protes dari Partai BJP (Bharatiya Janata Party).

Protes yang dilakukan di Shaniwarwada, ibukota leluhur Peshwa pada 12 Desember 2015 lalu itu  mengutuk bahwa video promosi dan lagu dari film 'Bajirao Mastani' dan dugaan bahwa film tersebut adalah berupaya untuk mendistorsi sejarah.

Protesnya sendiri dipimpin oleh Undaysinh Peshwa, yang merupakan keturunan Peshwas, yang bergabung dalam Kothrud BJP MLA, Medha Kulkarni, yang merupakan keturunan Chhatrasal. Protes dilakukan dengan membakar patung Sanjay Leela Bhansali dan meneriakkan anti film 'Bajirao Mastani'.  [mlt]


Baca juga:
TRAILER FILM 'DILWALE' SANGAT FANTASTIS!
FILM DRAMA ACTION 'BROTHERS' RAMAIKAN BIOSKOP INDONESIA
DIANGGAP SEBAGAI FILM TERORIS 'PHANTOM' DILARANG BEREDAR DI PAKISTAN
JADWAL TAYANG FILM SRK 'RAEES' DITUNDA?


Komentar Pembaca
Ikut Tax Amnesty Sama Aja Minta Ampun

Kabar Baik, Tahun Depan Program Wirausaha Pemula Kembali Bergulir

Menaker Perintahkan Perketat Pengawasan Ketenagakerjaan

blitz.rmol.co
 

Pamela Anderson, Film Porno Hanya Untuk Pecundang

Bintangi Baywatch dan menjadi model Playboy, image Pamela Anderson sudah t ...

 

Chelsea Islan, Dicium Reza, Chicco Diminta Waspada

Habis dua kali ciuman, Chelsea dan Reza makin rileks berdekatan. Status Ch ...

 

Daniela Ospina,Operasi Bokong Demi Bungkam Haters

Daniela Ospina, istri James Rodriguez digosipkan baru saja melakukan opera ...

 

Elma Theana, Bersyukur Gatot Ditangkap

Gatot Brajamusti bukan hanya punya murid Reza Artamevia. Ada artis Elma Th ...

 

Selena Gomez, Lupus Paksa Istirahat

Penyanyi Selena Gomez berniat vakum sementara. Dia memutuskan untuk menghe ...

Kementerian PUPR Genjot Program Sejuta Rumah
 

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus melakukan berbagai percepatan pelaksanaan Program Sejuta ...

Berita Populer

Cantik Tapi Enggak Jelas, Perempuan Ini Ditolak Masuk Indonesia
Jenderal Tyasno: Rakyat Harus Bergerak, Allahu Akbar
Doli: Pernyataan Kapolri Masuk Kategori Penghinaan Ulama